Terapi Chi akan memberikan hasil pengobatan yang sangat menajubkan

Pengobatan Tradisional Chi - Vertigo
 
Terapi CHI
Home
About Us
Menu utama
Migren
Vertigo
Asma
Amandel
Wasir
   
 

Vertigo

 

Nama lain:

Pusing tujuh keliling.

 

Gangguan keseimbangan ini cukup beragam, sehingga banyak di antara para penderita sulit mengemukakan keluhannya secara rinci dan tepat. Ada yang muncul saat berbaring pada posisi tertentu, ada yang saat tengadah. Ada lagi penderita yang gejalanya mereda sendiri setelah mengalami vertigo selama beberapa hari. Namun setelah mereda, penderita masih diganggu oleh rasa tidak stabil seolah berada di atas kapal yang diombang-ambingkan ombak. Ada pula vertigo yang baru muncul setiap kita berhadapan dengan keramaian, atau sebaliknya, saat kita berada di tengah lapangan luas yang kurang penerangan. Jangan dilupakan pula vertigo yang banyak dialami oleh para penyelam yang belum berpengalaman, karena kehilangan orientasi sehingga merasa cemas bercampur bingung.

 

 

Definisi Vertigo

 

Vertigo adalah perasaan yang abnormal mengenai adanya gerakan penderita terhadap lingkungan sekitarnya atau lingkungan sekitar terhadap penderita, dengan gambaran tiba-tiba semua terasa berputar atau bergerak naik-turun (bergelombang) dihadapannya. Keadaan ini sering disusul dengan muntah-muntah, berkeringat dingin, kolaps tetapi tidak pernah kehilangan kesadaran.

 

Penyebab vertigo

 

1.Utama.

  • Lesi atau gangguan fungsi labirin

  • Lesi atau gangguan fungsi nervus vestibularis.

  • Lesi atau gangguan fungsi batang otak.

 

2.Pendukung.

  • Radang telinga tengah.

  • Gangguan saraf kranial.

  • Stress.

 

 

Fungsi labirin:

  • Berguna untuk sistem pendengaran.

  • Berguna untuk sistem keseimbangan tubuh.

 

Fungsi nervus vestibularis:

  • Merupakan kepanjangan dari nervus akustikus atau saraf otak ke VIII (8).

  • Berfungsi menyalurkan impuls keseimbangan.

 

Batang otak terdiri dari:

 

  1. Diensefalon:

  • Vasokontriksi (menciutkan pembuluh darah).

  • Membantu proses persarafan respirasi.

  • Mengontrol kegiatan reflek.

  • Membantu pekerjaan jantung.

 

  1. Mesensefalon

  • Membantu pergerakan mata dan mengangkat kelopak mata.

  • Memutar mata dan pusat pergerakan mata.

 

  1. Pons veroli.

  • Menghubungkan otak kecil (serebrum) dengan medulla oblongata.

  • Menghubngkan otak kecil (serebrum) dengan otak besar (serebelum).

  • Pusat saraf trigeminus.

 

  1. Medulla oblongata.

  • Mengontrol pekerjaan jantung.

  • Mengecilkan pembuluh darah.

  • Pusat pernapasan.

  • Mengontrol kegiatan reflek.

 

Klasifikasi penyakit vertigo

 

  1. Vertigo labirin.

    1. Vertigo barany

    2. Vertigo trauma kapitis.

    3. Labirintis.

    4. Penyakit meniere

    5. Sifilis kongenita

    6. Vertigo yang disebabkan oleh obat.

  2. Vertigo nervus vestibularis.

    1. Neuritis vestibularis.

    2. Neuroma akustik (nervus vestibularis).

  3. Vertigo gangguan batang otak.

    1. Vertigo iskemia batang otak.

 

Vertigo Barany

  • Sering dijumpai pada penderita.

  • Timbul pada perubahan sikap atau posisi kepala.

  • Dapat timbul setelah trauma kepala.

  • Vertigo yang timbul dapat menghebat.

  • Penyebabnya tidak diketahui, diduga adanya iskemia arteri vertebralis oleh tonjolan foramen intervertebrale sewaktu leher berputar.

 

Vertigo Kapitis

  • Timbul pada trauma kepala disebabkan memar labirin unilateral (satu sisi)

  • Mual, muntah.

  • Gangguan keseimbangan.

  • Gejala dan tanda-tanda akan bertambah hebat apabila ada gerakan cepat kepala miring ke sisi yang sakit.

  • Keluhan pusing menghilang dalam waktu 6 bulan.

 

Labirintis terdiri dari labirintis virus dan labirintis supurativa

Labirintis Virus

  • Timbul secara epidemik.

  • Vertigo disertai dengan muntah-muntah.

  • Gangguan pendengaran yang tidak berat.

  • Biasanya sembuh sendiri setelah sepuluh hari beristirahat.

 

Labirintis Supurativa

  • Timbul pada meningitis, mastoiditis, otitis media yang menjalar ke tulang.

  • Timbul vertigo berat.

  • Gangguan pendengaran berat yang bersifat total disebabkan karena labirin membranosa dirusak.

  • Telinga penderita mengeluarka serumen atau sekret bertahun-tahun.

  • Nyeri di dalam telinga.

  • Nyeri kepala

  • Tinitus, demam.

 

Penyakit Meniere

  • Timbul pada umur sekitar 30 – 40 tahun.

  • Serangan dimulai dengan tinitus.

  • Telinga bagian dalam terasa tertekan.

  • Gangguan pendengaran.

  • Vertigo akut.

  • Mual, muntah berlansung beberapa jam.

  • Mengeluh kurang stabil keseimbangan badan secara terus menerus

  • Mengenai satu sisi (unilateral).

  • Diduga karena oedema labirin.

 

Sifilis Kongenita

  • Terjadi dalam os temporalis yang mengakibatkan labirintis.

  • Penyakit ini biasanya bilateral.

 

Vertigo karena obat

  • Timbul karena keracunan alkohol, kinin, barbiturat, karbamazepin, streptomisin.

  • Penggunaan obat sebaiknya dihentikan.

  • Keluhan akan berkurang tetapi untuk hilang sama sekali memerlukan berbulan-bulan.

 

Vertigo Neuritis Vestibularis

  • Vertiga yang mendadak dan berat.

  • Mual dan muntah.

  • Fungsi saraf ke VIII yang terkena berkurang.

  • Tinitus.

  • Perasaan penuh pada telinga dalam.

  • Pendengaran tetap baik.

  • Penyebabnya tidak diketahui, akan tetapi bisa sembuh sendiri dengan obat atau tanpa obat.

  • Penyakit ini tidak pernah dijumpai pada anak-anak melainkan pada orang dewasa sekitar 20 – 60 tahun.

 

Neuroma Nervus Vestibularis

  • Gangguan keseimbangan.

  • Menurunnya daya mendengar.

  • Kelumpuhan nervus fasialis.

  • Ataksia dll.

 

Vertigo Iskemia Batang Otak.

  • Gangguan aliran darah pada arteri vestebralis-basalis.

  • Disatria

  • Ataksia.

  • Hemiparesis.

  • Diplopia.

 

Gejala dan tanda-tanda

 

  1. Pada awal kejadian:

  • Penyakit infeksi badan terasa hangat, non infeksi badan terasa dingin.

  • Letih, lesu, tidak bergairah.

  • Berkeinginan yang kuat untuk beristirahat.

 

  1. Pada saat terjadinya.

  • Pusing tujuh keliling.

  • Mual-muntah.

  • Tidak napsu makan.

  • Sulit berdiri atau berjalan.

  • Sensasi kepala terasa ringan.

  • Tidak dapat mefokuskan pandangan.

 

 

 

Pemeriksaan

 

  1. Fungsi mata untuk mengetahui atau melihat adanya nistagmus.

  2. Audiogram untuk menemukan tuli perseptif.

  3. Rontgen untuk melihat liang telinga dalam.

  4. Kalori untuk melihat fungsi labirin.

 

 

 

 

Ringan dan beratnya vertigo

 

  1. Vertigo ringan (akut).

Vertigo terjadi secara cepat dan tiba-tiba kemudian menghilang tanpa kelainan organik, atau kejadian vertigo pertahunnya tidak lebih dari lima kali. Vertigo dapat terjadi secara akut bersama-sama dengan gejala-gejala lain seperti influensa, peradangan ditempat tertentu dan mudah dibuat diagnosanya. Vertigo tersebut mudah hilang bila penyebabnya diobati. Dalam hal ini vertigo tidak menjadi masalah dalam pengobatan, karena gejala tersebut merupakan salah satu dari kelompok gejala-gejala lain.

 

  1. Vertigo berat (kronik)

Vertigo akut yang berulang-ulang biarpun sudah dilakukan pengobatan secara adekuat atau serangan vertigo pertahunnya lebih dari lima kali. Vertigo menjadi masalah, apabila terjadi secara menahun atau kronik berulang. Dalam hal ini sering vertigo merupakan gejala tunggal atau gejala yang paling menyolok, dan dapat terjadi secara menahun atau dapat terjadi secara berulang. Vertigo berulang adalah vertigo yang terjadi secara berulang-ulang dalam waktu-waktu tertentu kemudian menghilang, tetapi dapat kambuh kembali untuk beberapa waktu lagi.

 

Akibat vertigo

 

  1. Untuk orang dewasa:

    1. Aktivitas sehari-hari terhambat sehingga produktivitas menurun.

    2. Menggangu kesehatan secara umum.

    3. Harus diwaspadai adanya tumor.

  2. Untuk anak-anak.

    1. Mengganggu proses belajar.

    2. Mengganggu aktivitas bermain atau ketrampilan

    3. Mengganggu tumbuh-kembangnya anak-anak.

 

 

 

Pengobatan:

 

  1. Vertigo akut.

    1. Secara tradisional

    2. Secara modern.

Pergi memeriksakan diri ke dokter.

  1. Vertigo kronik.

Vertigo kronik yang tidak bisa sembuh dengan herbal atau obat farmaka, dapat dilakukan terapi Chi.

 

Dimana terapi Chi berguna untuk:

  • Memperbaiki gangguan pembuluh darah leher atau memperbaiki gangguan pembuluh darah di otak.

  • Memperbaiki aliran darah ke otak.

  • Memperbaiki aliran darah ke seluruh tubuh.

  • Memperbaiki elastisitas pembuluh darah otak (vasokontriksi dan vasodilatasi).

  • Memperbaiki reaksi mediator humoral seperti serotonin dan histamin.

  • Menghilangkan rasa pusing.

  • Menghilangkan mual dan muntah.

  • Menghangatkan tubuh.

  • Meningkatkan kwantitas dan kwalitas lekosit untuk menhadapi infeksi virus, bakteri, jamur.

  • Meningkatkan aliran darah ke organ dalam seperti jantung, liver, paru-paru, ginjal dll.

  • Meningkatkan napsu makan.

  • Memperbaiki dan melancarkan sistem saraf keseimbangan.

 

Lamanya waktu terapi Chi

 

Jangka waktu berlangsungnya terapi Chi untuk menangani penyakit Vertigo kronik (primer) adalah 7 hari sampai 14 hari yang dilakukan setiap hari, atau maksimum lamanya terapi adalah 30 hari.

 

Terapi Chi ditujukan kepada

  • Setiap orang yang ingin sembuh dari penyakit Vertigo kronik.

  • Penderita yang sudah lama berobat ke dokter atau pengobatan alternatif tetapi masih menderita Vertigo

  • Penderita yang tidak ingin menggunakan obat-obat modern (farmasi) atau obat herbal.

  • Penderita yang menginginkan jaminan kesembuhan dari Vertigo. (minimal apabila timbul Vertigo kembali akan terasa lebih ringan dan mudah diobati dan tidak lama)

 

Angka keberhasilan terapi 90 %

 

Biaya terapi Chi untuk vertigo

 

  1. Warga Negara Indonesia: Rp 3.000.000,- IDR

 

  1. Warga Negara Asing $ 3.000,- USD

 

Reference:

  • Elizabeth J. Corwin, BSN, PhD, patofisiologi, penerbit buku kedokteran EGC.

  • Bagian Neurologis FKUI, nyeri kepala menahun, UI press.

  • R. Pracy F.R.C.S., J. Siegler F.R.C.S. D.I.O., P.M. Stell F.R.C.S., Pelajaran ringkas THT, pt Gramedia.

 

 

 

Content of the new page
 
Today, there have been 6 visitors (38 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=
Copyright @ Terapi-Chi 2008