Terapi Chi akan memberikan hasil pengobatan yang sangat menajubkan

Pengobatan Tradisional Chi - Asma
 
Terapi CHI
Home
About Us
Menu utama
Migren
Vertigo
Asma
Amandel
Wasir
   
 

Asma

 

 

Nama lain:

Mengi

 

 

Penyakit asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas.” Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas.

Banyak kasus-kasus penyakit asma di masyarakat yang sudah terdiagnosis belum mendapatkan pengobatan secara baik apalagi penderita yang belum terdeteksi. Belum lagi masalah biaya pengobatan, absennya dari sekolah atau kerja, gangguan aktivitas sosial serta pengaruh sakitnya terhadap orang-orang yang berhubungan dengan penderita penyakit asma.

Penyakit asma paling banyak terjadi pada anak dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagian besar asma disebabkan oleh alergi, dimana alergi dapat menyerang semua organ dan fungsi tubuh tanpa terkecuali. Disamping itu banyak permasalahan kesehatan lain yang menyertai penyakit asma berupa gangguan organ tubuh lain, gangguan perilaku dan permasalahan kesehatan lainnya,

 

Definisi Asma:

Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.

 

 

Angka kejadian

 

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena penyakit asma pada tahun 2005 lalu. Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in Childhood pada tahun yang sama menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2% menjadi 5,4 %.

“Asma saat ini diperkirakan menyerang sekitar 5 % penduduk Indonesia dari segala usia. Perkiraan itu dibuat menurut hasil survei, tapi kalau jumlah pastinya kita belum punya data," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Departemen Kesehatan dr Yusharmen D.Comm pada acara peringatan Hari Asma Sedunia 2008 di Jakarta, Selasa, pada ANTARA News.


Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia. Meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tigapuluh tahunan.

 

Gejala Asma
  • Sesak napas.

  • Batuk berdahak

  • Suara napas yang berbunyi ngik-ngik, sering timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh.

  • Salah satu ciri asma adalah hilangnya keluhan di luar serangan.

Artinya pada saat serangan, penderita asma bisa kelihatan amat menderita (banyak batuk, sesak napas hebat dan bahkan sampai seperti tercekik), tetapi di luar serangan dia sehat-sehat saja (bisa main tenis, bisa jalan-jalan keliling taman, dan lain-lain). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lainnya.

 

Faktor Pencetus Serangan Asma

  1. Faktor penjamu, faktor pada pasien

    1. Aspek genetik
    2. Kemungkinan alergi

    3. Saluran napas yang memang mudah terangsang

    4. Jenis kelamin

    5. Ras/etnik

  2. Faktor lingkungan

    1. Bahan-bahan di dalam ruangan :

      1. Tungau
      2. Debu rumah
      3. Binatang kecoa

    2. Bahan-bahan di luar ruangan

      1. Tepung sari
      2. Bunga

      3. Jamur

    3. Makanan-makanan tertentu, Bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan

    4. Obat-obatan tertentu Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )

    5. Ekspresi emosi yang berlebihan

    6. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif

    7. Polusi udara dari luar dan dalam ruangan

    8. Infeksi saluran napas

    9. Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu.

    10. Perubahan cuaca

 

Proses asma pada jaringan paru-paru

 

  1. Pengecilan diameter jalan nafas

  2. Perubahan respon otot saluran nafas

  3. Gangguan persarafan otonom dalam pengaturan otot polos saluran nafas

  4. Kerusakan sel epitel mukosa saluran nafas

Pemeriksaan

 

  1. Riwayat kesehatan keluarga penderita

apakah ada salah seorang anggota keluarga anda yang menderita asma? Pertanyaan ini akan mendukung hasil pemeriksaan selanjutnya untuk melakukan test fungsi paru-paru atau test pernafasan.

  1. Test fungsi saluran pernafasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernafas anda.

  2. Pemeriksaan rontgen paru-paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernafasan yang merupakan indikasi asma.

 

Tindakan pencegahan

 

  1. Tindakan pencegahan pada anak yang belum bermanifestasi :

    1. Mencegah terjadinya sensitivasi pada anak

      1. Walau faktor genetic merupakan faktor penting, tetapi manifestasinya dipengaruhi faktor lingkungan.

      2. Penghindaraan terhadap makanan-makanan yang mempunyai tingkat alergi tinggi baik pada ibu hamil dan yang menyusui maupun sang anak.

    2. Orang tua, terutama ibu dianjurkan tidak merokok.

    3. Pencegahan terjadinya infeksi saluran nafas dan akibatnya.

    4. Pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif akan memberikan kekebalan dan efek imunologis pada anak.

  2. Tindakan pencegahan pada anak yang telah bermanifestasi ;

    1. Menhindarkan faktor pencetus; alergan makanan, inhalan, bahan iritan, infeksi virus/bakterial, hindari latihan fisik yang berat, perubahan cuaca dan emosi sebagai faktor pencetus.

    2. Penggunaan obat-obatan, untuk mengatasi serangan asma.

 

Pengobatan
 A. terapi obat.

Asma merupakan penyakit kronik saluran napas yang memerlukan pengobatan dalam jangka waktu tertentu dan cukup lama. Pada dasarnya pengobatan bagi penderita asma dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Pengobatan rutin “pengontrol asma”.

Obat jenis ini harus digunakan setiap hari untuk mencegah kambuhnya serangan asma dan mencegah bertambah beratnya penyakit.

  1. Pengobatan saat serangan “pelega napas”.

Obat jenis ini harus segera digunakan bila timbul tanda tanda serangan asma dini, seperti batuk, sesak, rasa berat didada atau penurunan fungsi paru. Penggunaan obat ini dapat mencegah timbulnya serangan asma yang berat. Bila serangan asma timbul dengan derajat berat dapat sampai menimbulkan kematian, sedangkan bila segera diatasi asma tidak mengganggu aktiviti dan produktiviti. Penderita asma dapat hidup normal layaknya orang yang tidak menderita asma.

 

B. Terapi Chi.

Terapi Chi dilakukan apabila pengobatan dengan menggunakan obat seperti diatas tidak memberikan efek yang baik atau sudah mengkonsumsi obat bertahun-tahun.

 

Terapi Chi berguna untuk:

  • Memperbaiki gangguan dan penyumbatan pembuluh darah di paru-paru.

  • Memperbaiki gangguan dan penyumbatan pembuluh saraf di paru-paru.

  • Memperbaiki aliran darah ke paru-paru.

  • Memperbaiki aliran darah ke otot paru-paru.

  • Memperbaiki aliran darah ke seluruh tubuh.

  • Memperbaiki elastisitas pembuluh darah paru-paru (vasokontriksi dan vasodilatasi).

  • Menghilangkan rasa dingin di paru-paru.

  • Menghangatkan tubuh.

  • Meningkatkan kwantitas dan kwalitas lekosit untuk menhadapi infeksi virus, bakteri, jamur.

  • Meningkatkan aliran darah ke organ dalam seperti jantung, liver, paru-paru, ginjal dll.

  • Meningkatkan pembuangan reak yang terjadi.

  • Menghentikan terbentuknya reak.

  • Membuang zat-zat yang tidak berguna di dalam tubuh dalam bentuk gas (kentut), larut air (kencing), larut lemak dan sisa serat (tinja/faeces).

 

Lamanya waktu terapi Chi

 

Jangka waktu berlangsungnya terapi Chi untuk menangani penyakit Asma (primer) adalah 1 bulan sampai 2 bulan yang dilakukan secara berkala setiap hari. atau dapat dilakukan terapi selama 1 bulan yang dilakukan setiap empat bulan sekali.

 

Terapi Chi ditujukan kepada

  • Setiap orang yang ingin sembuh dari penyakit Asma.

  • Penderita yang sudah lama berobat ke dokter atau pengobatan alternatif tetapi masih menderita penyakit Asma.

  • Penderita yang tidak ingin menggunakan obat-obat modern (farmasi) atau obat herbal.

  • Penderita yang menginginkan jaminan kesembuhan dari penyakit Asma.

 

Jaminan terapi Chi

  1. Jaminan kesembuhan sesuai dengan kegunaan terapi Chi untuk menghilangkan gejala-gejala yang terdapat pada penyakit Asma.

  2. Garansi 1 tahun.

 

Angka keberhasilan terapi 70 %

 

 

Biaya terapi Chi untuk asma

 

  1. Warga Negara Indonesia:

1. usia 3 - 12 tahun Rp 5.000.000,- IDR

2. usia 13 – 25 tahun Rp 10.000.000,- IDR

3. usia 26 - 35 tahun. Rp 15.000.000,- IDR

4. usia 36 – 50 tahun Rp 20.000.000,- IDR

5. usia 51 - … tahun Rp 25.000.000,- IDR

  1. Warga Negara Asing $ 25.000,- USD

 

 

 

 

Referensi

www. Info-asma.org

 

 

 

Content of the new page
 
Today, there have been 6 visitors (39 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=
Copyright @ Terapi-Chi 2008