Terapi Chi akan memberikan hasil pengobatan yang sangat menajubkan

Pengobatan Tradisional Chi - Amandel
 
Terapi CHI
Home
About Us
Menu utama
Migren
Vertigo
Asma
Amandel
Wasir
   
 

Amandel

 

 

Nama lain:

Tonsilitis

 

Tonsil terletak pada kedua lipatan pilar rongga mulut sehingga bila ia membesar kita dapat melihatnya saat membuka mulut lebar di depan kaca. Sedangkan adenoid terletak pada dinding belakang tengah nasofaring yang di kanan dan kirinya, agak ke atas, terletak muara tuba Eustachius yaitu saluran yang menghubungkan antara telinga tengah dengan nasofaring.


Tonsil dan adenoid berukuran kecil pada waktu lahir, selama kanak-kanak keduanya mengalami hipertrofi fisiologis (pembesaran). Tonsil membesar maksimal pada anak usia 5-6 tahun, sedangkan adenoid membesar maksimal pada usia 3-4 tahun.

 

Setelah usia 6 tahun tonsil akan mengecil kemudian membesar lagi pada usia sekitar 10 tahun dan berangsur-angsur mengecil lagi. Sedangkan adenoid setelah berusia 4 tahun akan berangsur-angsur mengecil. Pada masa pubertas adenoid menghilang keseluruhannya, sedangkan tonsil akan menjadi sangat kecil.


 

Tonsil adalah bagian dari jaringan limfoid yang berfungsi menangkis infeksi yang menyerang tubuh. Jika seseorang mengalami infeksi maka terjadi pembengkakan jaringan limfoid dalam tubuh, termasuk tonsil sebagai upaya pertahanan tubuh. Pembengkakan tonsil karena infeksi disebut juga dengan tonsilitis.

 

 

Fungsi tonsil

 

 

Tonsil dan adenoid membentuk cincin jaringan limfe pada pintu masuk saluran napas dan saluran pencernaan yang dikenal sebagai cincin Waldeyer. Pada cincin Waldeyer, tonsil terdiri dari tiga jenis yaitu tonsil lingualis berjumlah satu pasang yang terletak dibawah lidah, satu buah tonsil adenoid yang terletak di belakang hidung, dan tonsil palatina yang terletak disebelah kanan-kiri rongga mulut. Cincin Waldeyer ini mampu mengeluarkan imunoglobulin jenis G, A, M , D , dan E.


Tonsil palatina atau yang sering kita sebut-sebut dengan amandel memiliki imunoglobulin (Ig) A. Ig A ini merupakan enzim yang mampu menghancurkan dinding sel kuman dengan proses biokimia, dan akhirnya kuman yang masuk melalui mulut dapat dibasmi. Selain itu juga membentuk leukosit (sel darah putih).


Karena cincin Waldeyer berfungsi sebagai kesatuan pada fase aktif, pengangkatan atau pengambilan suatu bagian jaringan tersebut menyebabkan hipertrofi (pembesaran) sisi jaringan yang lain.

 

Pembagian tonsilitis


 

  1. Tonsilitis akut

 

Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

  1. Tonsilitis kronik

 

Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil. Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah berwarna putih kekuning-kuningan). Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan.

 

 

Penyebab tonsilitis

 

A.Faktor Utama.

  1. Infeksi bakteri streptokokus haemolitikus ( 50 %).

 

Untuk tonsilitis kronis bakteri yang dapat ditemukan selain streptokokus adalah dari golongan bakteri gram positif.

  1. Infeksi virus ( 50 % )

2.1 adenovirus 1/3

2.2 virus ECHO 1/3

2.3 virus influensa 1/3.


 

B. Faktor pendukung.

  1. Makanan yang terlalu panas atau dingin.

  2. Minuman yang terlalu panas atau dingin.

  3. Gizi buruk.

  4. Perubahan iklim ( panas ke hujan atau sebaliknya)

  5. Zat addative makanan (pemanis buatan, pewarna, penyedap rasa)

  6. Kebersihan rongga mulut yang kurang baik.


 

Cara penularan


 

 

Infeksi tonsilitis akut pada seseorang dapat terjadi langsung melalui percikan ludah (droplet infection) yang mengandung bakteri dari orang lain yang sedang menderita radang tonsil. Pada anak, karena imunitas tubuhnya belum sempurna, maka akan mudah tertular radang tonsil. Tonsilitis akut yang tidak sembuh dengan sempurna cenderung untuk kambuh dan menjadi kronis.

 

Angka kejadian


 

 

Pada umumnya tonsilitis akut mengenai pada anak-anak baik yang belum sekolah (TK) dan yang sudah sekolah SD, jarang terjadi pada anak SMP serta sangat jarang sekali mengenai orang dewasa muda ataupun dewasa tua. Pada orang dewasa biasanya tonsilitis disertai dengan abses peritonsil. Apabila pembengkakan hanya pada satu sisi harus diwaspadai terjadinya kanker lebih besar.


Gejala


 

A. Tonsilitis akut

  • Rasa nyeri pada saat menelan bahkan kadang-kadang rasa nyeri tersebut terasa sampai di telinga (otalgia). Pada anak kecil mungkin ia akan menjadi rewel, tidak mau makan, mengeluh telinganya sakit

  • Pembengkakan dan nyeri tekan pada kelenjar getah bening yang terletak pada perbatasan antara dagu-leher.

  • Rasa lesu.

  • Sulit menelan (disfagia).

  • Demam yang cukup tinggi. Pada anak suhu tubuh dapat mencapai 40 0 C.


 

B. Tonsilitis kronik

  • Rasa mengganjal atau rasa kering di tenggorok.

  • Tidur mendengkur.

  • Kesulitan bernapas dan napas kadang berbunyi akibat pembesaran adenoid.

  • Bau mulut menjadi tidak segar.

  • Pada keadaan di mana terjadi kekambuhan pada radang tonsil-adenoid kronis maka gejala yang timbul merupakan gabungan kedua gejala di atas.

Komplikasi tonsilitis


 

 

Kedua bentuk radang di atas dapat menyebabkan komplikasi cukup serius, dimulai pada organ yang letaknya dekat dengan tonsil itu sendiri sampai pada organ yang letaknya jauh dari tonsil dengan cara mengikuti aliran darah (hematogen) atau getah bening seperti:


 

  • Timbulnya nanah pada peritonsil

  • Faringitis (komplikasi utama).

  • Radang telinga tengah akut,

  • Radang telinga tengah kronis (congekan),

  • Radang sinus paranasal (sinusitis),

  • Radang bronchus paru (bronkhitis),

  • Radang ginjal (glomerulonefritis),

  • Radang otot jantung (miokarditis)

  • dan Radang sendi (arthritis).


 

Pengobatan

 

A. Tonsilitis akut:

  • Untuk membunuh kuman diberikan antibiotik

  • Untuk menurunkan demam diberikan obat penurun panas.

  • Untuk meningkatkan stamina tubuh diberi vitamin C

  • Apabila terasa nyeri diberi obat analgesik.

  • Jangan lupa istirahat yang cukup.

 

Pada keadaan ini anak sebaiknya dijaga agar tidak terlalu banyak beraktivitas, selain untuk mempercepat penyembuhan juga mengurangi risiko menularkan penyakitnya pada adik, saudara atau temannya.

B. Tonsilitis kronis

 

  1. Operasi Amandel.

 

Biasanya operasi pengangkatan tonsil-adenoid baru dilakukan bila pada kontrol lanjutan terdapat kecurigaan mengarah timbulnya komplikasi berbahaya. Pada keadaan di mana terdapat radang tonsil-adenoid kronis berulang lebih dari 6 kali per tahun selama dua tahun berturut-turut. Pada Tonsilitis akut dengan komplikasi (sebagaimana diuraikan di atas), maka solusi yang dianjurkan adalah operasi dengan tujuan mempercepat penyembuhan penyakit.

 

  1. Terapi Chi.

 

Terapi Chi berguna untuk:

 


 

  • Memperbaiki gangguan dan penyumbatan pembuluh darah di tonsil dan adenoid.

  • Memperbaiki gangguan dan penyumbatan pembuluh limfe di tonsil dan adenoid..

  • Memperbaiki aliran darah ke leher dan otak.

  • Memperbaiki aliran darah ke seluruh tubuh.

  • Memperbaiki elastisitas pembuluh darah leher dan otak (vasokontriksi dan vasodilatasi).

  • Menghilangkan pembengkakan tonsil dan adenoid.

  • Menghilangkan mual dan muntah.

  • Menghilangkan panas tubuh.

  • Menghilangkan rasa nyeri di tenggorokan.

  • Meningkatkan kwantitas dan kwalitas lekosit untuk menhadapi infeksi virus, bakteri, jamur.

  • Meningkatkan aliran darah ke organ dalam seperti jantung, liver, paru-paru, ginjal dll.

  • Meningkatkan napsu makan.

 


 

Lamanya waktu terapi Chi

 


 

Jangka waktu berlangsungnya terapi Chi untuk menangani penyakit Tonsilitis kronik (primer) adalah 7 hari sampai 14 hari yang dilakukan setiap hari, atau maksimum lamanya terapi adalah 30 hari.

 


 

Terapi Chi ditujukan kepada

  • Setiap orang yang ingin sembuh dari penyakit Tonsilitis kronik.

  • Penderita yang sudah lama berobat ke dokter atau pengobatan alternatif tetapi masih menderita Tonsilitis

  • Penderita yang tidak ingin menggunakan obat-obat modern (farmasi) atau obat herbal atau operasi.

  • Penderita yang menginginkan jaminan kesembuhan dari Tonsilitis. (minimal apabila timbul tonsilitis kembali akan terasa lebih ringan dan mudah diobati tanpa bengkak)

 


 

Angka keberhasilan terapi 90 %

 


 

Biaya terapi Chi untuk amandel

 


 

  1. Warga Negara Indonesia: Rp 3.000.000,- IDR

 


 

  1. Warga Negara Asing $ 3.000,- USD

 


 

 

Reference:
  • Elizabeth J. Corwin, BSN, PhD, patofisiologi, penerbit buku kedokteran EGC.

  • R. Pracy F.R.C.S., J. Siegler F.R.C.S. D.I.O., P.M. Stell F.R.C.S., Pelajaran ringkas THT, pt Gramedia.


 

 

 

 

Content of the new page

 

 
Today, there have been 16 visitors (19 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=
Copyright @ Terapi-Chi 2008